Manajemen Memori Pada Sistem Operasi
Rabu, 23 Agustus 2017
Tambah Komentar
Memori
adalah pusat dari operasi pada sistem komputer modern, berfungsi sebagai tempat
penyimpanan informasi yang harus diatur dan dijaga sebaik-baiknya. Memori
adalah array besar dari word atau byte, yang disebut alamat. CPU mengambil
instruksi dari memory berdasarkan nilai
dari program counter.
Sedangkan
manajemen memori adalah suatu kegiatan untuk mengelola memori komputer. Proses
ini menyediakan cara mengalokasikan memori untuk proses atas permintaan mereka,
membebaskan untuk digunakan kembali ketika tidak lagi diperlukan serta menjaga
alokasi ruang memori bagi proses. Pengelolaan memori utama sangat penting untuk
sistem komputer, penting untuk memproses dan fasilitas masukan/keluaran secara
efisien, sehingga memori dapat menampung sebanyak mungkin proses dan sebagai
upaya agar pemogram atau proses tidak dibatasi kapasitas memori fisik di sistem
komputer.
Jenis Memoi
- Memori Kerja
- ROM/PROM/EPROM/EEPROM
- RAM
- Cache
memory
- Memori Dukung
-
Floppy
-
Harddisk
- CD
- CD
Fungsi manajemen memori :
Manajemen
memori merupakan salah satu bagian terpenting dalam sistem operasi. Memori
perlu dikelola sebaik-baiknya agar :
- Utilitas CPU meningkat.
- Data dan instruksi dapat diakses dengan cepat oleh CPU.
- Tercapai efisiensi dalam pemakaian memori yang terbatas.
- Transfer data dari/ke memori utama ke/dari CPU dapat lebih efisien.
- Mengelola informasi yang dipakai dan tidak dipakai.
- Mengalokasikan memori ke proses yang memerlukan.
- Mendealokasikan memori dari proses telah selesai.
- Mengelola swapping atau paging antara memori utama dan disk.
Isi Memori
Instruksi
eksekusi yang umum, contohnya, pertama mengambil instruksi dari memori.
lnstruksi dikodekan dan mungkin mengambil operand dari memory. Setelah
instruksi dieksekusi pada operand, hasilnya ada yang dikirim kembali ke memory.
Sebagai catatan, unit memory hanya merupakan deretan alamat memory; tanpa tahu
bagaimana membangkitkan (instruction counter, indexing,
indirection, literal
address dan lainnya) atau untuk apa (instruksi atau data). Oleh karena itu,
kits dapat mengabaikan bagaimana alamat memori dibangkitkan oleh program, yang
lebih menarik bagaimana deretan alamat memori dibangkitkan oleh program yang
sedang berjalan.
Pengikatan Alamat (Address Binding)
Pengikatan
alamat adalah cara instruksi dan data (yang berada di disk sebagai file yang
dapat dieksekusi) dipetakan ke alamat memori. Sebagian besar sistem
memperbolehkan sebuah proses user (user process) untuk meletakkan di sembarang
tempat dari memori fisik. Sehingga, meskipun alamat dari komputer dimulai pada
00000, alamat pertama dari proses user tidak perlu harus dimulai 00000.
lnstruksi pengikatan instruksi dan data ke alamat memori dapat dilakukan pada
saat :
·
Compile time
Jika
lokasi memori diketahui sejak awal, kode absolut dapat
dibangkitkan, apabila
terjadi perubahan alamat awal harus dilakukan kompilasi ulang.
·
Load
time
Harus
membangkitkan kode relokasi jika lokasi memori tidak
diketahui pada saat waktu
kompilasi.
· Execution time
Pengikatan ditunda sampai
waktu eksekusi jika proses dapat dipindahkan selama eksekusi dari satu segmen
memori ke segmen memori lain.
Dinamic Loading
Untuk
memperoleh utilitas ruang memori, dapat menggunakan dynamic loading. Dengan
dynamic loading, sebuah rutin tidak disimpan di memori sampai dipanggil. Semua
rutin disimpan pada disk dalam format relocatable load. Mekanisme dari dynamic
loading adalah program utama di-load dahulu dan dieksekusi. Bila suatu routine
perlu memanggil routine lain, routine yang dipanggil lebih dahulu diperiksa
apakah rutin yang dipanggil sudah di-load. Jika tidak, relocatable linking
loader dipanggil untuk me-load rutin yg diminta ke memori dan meng-ubah tabel
alamat. Keuntungan dari dynamic loading adalah rutin yang tidak digunakan tidak
pernah di-load. Skema ini lebih berguna untuk kode dalam jumlah besar
diperlukan untuk menangani kasus-kasus yang jarang terjadi seperti error
routine. Dinamic loading tidak memerlukan dukungan khusus dari sistem operasi.
Dinamic
Linking
Sebagian besar sistem
operasi hanya men-support static linking, dimana sistem library language
diperlakukan seperti obyek modul yang lain dan dikombinasikan dengan loader ke
dalam binary program image. Dinamic linking biasanya digunakan dengan sistem
library, seperti language subroutine library. Tanpa fasilitas ini, semua
program pada sistem perlu mempunyai copy dari library language di dalam
executable image. Bagaimanapun, tidak seperti dynamic loading, dynamic linking
membutuhkan beberapa dukungan dari sistem operasi
Overlay
Sebuah proses dapat lebih
besar daripada jumlah memori yang dialokasikan untuk proses, teknik overlay
biasanya digunakan untuk kasus ini. Teknik Overlay biasanya digunakan untuk
memungkinkan sebuah proses mempunyai jumlah yang lebih besar dari memori fisik
daripada alokasi memori yang diperuntukkan. Overlay tidak membutuhkan dukungan
khusus dari sistem operasi. User dapat mengimplementasikannya secara lengkap
menggunakan struktur file sederhana, membaca dari file ke memori dan meloncat ke
memori dan mengeksekusi instruksi read yang lebih baru.
Ruang Alamat Logika Dan Ruang Alamat Fisik
Alamat
yang dibangkitkan oleh CPU disebut alamat logika (logical address)
dimana alamat terlihat sebagai uni memory yang disebut alamat fisik (physical address). Tujuan utama
manajemen memori adalah konsep meletakkan ruang alamat logika ke ruang alamat
fisik. Hasil skema waktu kompilasi dan waktu pengikatan alamat pada alamat
logika dan alamat memori adalah sama. Tetapi hasil skema waktu pengikatan
alamat waktu eksekusi berbeda. dalam hal ini, alamat logika disebut dengan
alamat maya (virtual address). Himpunan dari semua alamat logika yang
dibangkitkan oleh program disebut dengan ruang alamat logika (logical address
space); himpunan dari semua alamat fisik yang berhubungan dengan alamat logika
disebut dengan ruang alamat fisik (physical address space). Memory Manajement
Unit (MMU) adalah perangkat keras yang memetakan alamat virtual ke alamat
fisik. Pada skema MMU, nilai register relokasi ditambahkan ke setiap alamat
yang dibangkitkan oleh proses user pada waktu dikirim ke memori.
Swapping
Swapping merupakan
pemindahan proses dari memori utama ke disk dan kembali lagi. Sebuah proses
harus berada di memori untuk dieksekusi. Proses juga dapat ditukar (swap)
sementara keluar memori ke backing store dan kemudian dibawa kembali ke memori
untuk melanjutkan eksekusi. Backing store berupa disk besar dengan kecepatan
tinggi yang cukup untuk meletakkan copy dari semua memory image untuk semua
user, sistem juga harus menyediakan akses langsung ke memory image tersebut.
Alokasi Berurutan
Memori
utama biasanya dibagi ke dalam dua partisi yaitu untuk
- Sistem operasi biasanya diletakkan pada alamat memori rendah dengan vektor interupsi
- Proses user yang diletakkan pada alamat memori tinggi.
Alokasi
proses user pada memori berupa single partition allocation
atau multiple partition
allocation.
Single Partition Allocation
Pada single partition
allocation diasumsikan sistem operasi ditempatkan di memori rendah dan proses
user dieksekusi di memori tinggi. Kode dan data sistem operasi harus diproteksi
dari perubahan tak terduga oleh user proses.
Multiple Partition Allocation
Pada
multiple partition allocation, mengijinkan memori user dialokasikan untuk
proses yang berbeda yang berada di antrian input (input queue) yang menunggu
dibawa ke memori. Terdapat dua skema yaitu partisi tetap (fixed partition)
dimana memori dibagi dalam sejumlah partisi tetap dan setiap partisi berisi
tepat satu proses. Jumlah partisi terbatas pada tingkat multiprogramming.
Digunakan oleh IBM OS/360 yang disebut Multiprogramming with a Fixed number of
Task (MFT). Skema yang kedua adalah partisi dinamis (variable partition)
merupakan MFT yang digeneralisasi yang disebut Multiprogramming with a Variable
number of Tasks (MVT).
Fragmentasi
Fragmentasi
Eksternal terjadi pada situasi dimana terdapat cukup ruang memori total untuk
memenuhi permintaan, tetapi tidak dapat langsung dialokasikan karena tidak
berurutan. Fragmentasi eksternal dilakukan pada algoritma alokasi dinamis,
terutama strategi first-fit dan best-fit. Fragmentasi Internal terjadi pada
situasi dimana memori yang dialokasikan Iebih besar dari pada memori yang
diminta tetapi untuk satu partisi tertentu hanya berukuran kecil sehingga tidak
digunakan.
Paging
Konsep Dasar Paging
Paging
merupakan kemungkinan solusi untuk permasalahan fragmentasi eksternal dimana
ruang alamat logika tidak berurutan; mengijinkan sebuah proses dialokasikan
pada memori fisik yang terakhir tersedia. Memori fisik dibagi ke dalam
blok-blok ukuran tetap yang disebut frame.
Implementasi Sistem Paging
Setiap
sistem operasi mempunyai metode sendiri untuk menyimpan tabel page. Beberapa
sistem operasi mengalokasikan sebuah tabel page untuk setiap proses. Pointer ke
tabel page disimpan dengan
nilai register lainnya dari
PCB. Pada dasarnya terdapat 3 metode yang berbeda untuk implementasi tabel page
:
- Tabel page diimplementasikan sebagai kumpulan dari "dedicated" register. Register berupa rangkaian logika berkecepatan sangat tinggi untuk efisiensi translasi alamat paging.
- Tabel page disimpan pada main memori dan menggunakan page table base registe" (PTBR) untuk menunjuk ke tabel page yang disimpan di main memori. Penggunakan memori untuk mengimplementasikan tabel page akan memungkinkan tabel page sangat besar (sekitar 1 juta entry).
- Menggunakan perangkat keras cache yang khusus, kecil dan cepat yang disebut associative register atau translation look-aside buffers (TLBs). Merupakan solusi standar untuk permasalahan penggunaan memori untuk implementasi tabel page.
Proteksi
Pada
model page, proteksi memori menggunakan bit proteksi yang diasosiasikan untuk
setiap frame. Biasanya bit proteksi disimpan pada tabel page. Satu bit mendifinisikan
satu page untuk "read and write" atau "read-only". Setiap
acuan ke memori melalui tabel page untuk menemukan nomor frame yang benar.
Level proteksi yang lebih balk dapat dicapai dengan menambah jumlah bit yang
digunakan.
Multilevel Paging
Model multilevel paging digunakan pada sistem
yang mempunyai ruang alamat logika yang sangat besar yaitu antara 232 s/d 264.
Pada sistem ini, tabel page akan menjadi sangat besar. Misalnya untuk sistem
dengan ruang alamat logika 32 bit dan ukuran page 4K byte, maka tabel page
berisi 1 juts entry (232 / 212). Solusinya yaitu dengan melakukan partisi tabel
ke beberapa beberapa bagian yang lebih kecil.
Shared Page
Pada skema paging,
dimungkinkan untuk sharing kode umum. Bentuk ini penting terutama pada
lingkungan time sharing. Satu copy read-only dibagi ke beberapa proses
(misalnya editor teks, compiler dan sistem window). Kode yang dibagi harus
berada pada lokasi ruang alamat logika yang sama untuk semua proses.
Segmentasi
Segmentasi
adalah skema manajemen memori yang
memungkinkan user untuk
melihat memori tersebut. Ruang alamat logika adalah kumpulan segmen. Setiap
segmen mempunyai nama dan panjang. Spesifikasi alamat berupa nama segmen dan
offset. Segment diberi nomor dan disebut dengan nomor segmen (bukan nama
segmen) atau segment number. Segmen dibentuk secara otomatis oleh compiler.
Konsep Dasar Segmentasi
Konsep
segmentasi adalah user atau programmer tidak memikirkan sejumlah rutin program
yang dipetakan ke main memori sebagai array linier dalam byte tetapi memori
dilihat sebagai kumpulan segmen dengan ukuran berbeda-beda, tidak perlu
berurutan diantara segment tersebut. Sebuah program adalah kumpulan segmen.
Suatu segmen adalah unit logika seperti program utama, prosedur, fungsi,
metode, obyek, variabel lokal, variabel global, blok umum, stack, tabel simbol,
array dan lain-lain
Arsitektur Segmentasi
Alamat
logika terdiri dari dua bagian yaitu nomor segmen (s) dan
offset
(d) yang dituliskan dengan .
Pemetaan
alamat logika ke alamat fisik menggunakan tabel segmen
(segment
table), terdiri dari :
- Segmen basis (base) berisi alamat fisik awal
- Segmen limit merupakan panjang segmen Seperti tabel page, tabel segmen dapat berupa register atau memori berkecepatan tinggi.
- Segment-table base register (STBR) digunakan untuk menyimpan alamat yang menunjuk ke segment table.
- Segment-table length register (STLR) digunakan untuk menyimpan nilai jumlah segmen yang digunakan program.
- Untuk alamat logika (s, d), pertama diperiksa apakah segment number s legal (s < STLR), kemudian tambahkan segment number ke STBR, alamat hasil (STBR + s) ke memori dari segment table.



Belum ada Komentar untuk "Manajemen Memori Pada Sistem Operasi"
Posting Komentar