Pengolahan Citra Digital | Definisi
Rabu, 04 Januari 2017
5 Komentar
Pengolahan Citra Digital | Definisi - Citra
Secara harafiah, citra (image) adalah gambar pada bidang dwimatra (dua dimensi). Ditinjau dari sudut pandang matematis, citra merupakan fungsi menerus (continue) dari intensitas cahaya pada bidang dwimatra. Sumber cahaya menerangi objek, objek memantulkan kembali sebagian dari berkas cahaya tersebut. Pantulan cahaya ini ditangkap oleh oleh alat-alat optik, misalnya mata pada manusia, kamera, pemindai (scanner), dan sebagainya, sehingga bayangan objek yang disebut citra tersebut terekam.
Citra sebagai keluaran dari suatu sistem perekaman data dapat bersifat
• optik berupa foto,
• analog berupa sinyal video seperti gambar
pada monitor televisi,
• digital yang dapat langsung disimpan pada
suatu pita magnetik.
• Citra
yang dimaksudkan di dalam keseluruhan materi ini adalah “citra diam” (still
images). Citra diam adalah citra tunggal yang tidak bergerak.
• Meskipun sebuah citra kaya informasi,
namun seringkali citra yang kita miliki mengalami penurunan mutu (degradasi),
misalnya mengandung cacat atau derau (noise), warnanya terlalu kontras, kurang
tajam, kabur (blurring), dan sebagainya.
• Tentu saja citra semacam ini menjadi lebih
sulit diinterpretasi karena informasi
yang disampaikan oleh citra tersebut menjadi berkurang. Agar citra yang
mengalami gangguan mudah diinterpretasi (baik oleh manusia maupun mesin), maka
citra tersebut perlu dimanipulasi menjadi citra lain yang kualitasnya lebih
baik. Bidang studi yang menyangkut hal ini adalah pengolahan citra (image
processing).
Pengolahan citra
• Pengolahan citra adalah pemrosesan citra, khususnya dengan
menggunakan komputer, menjadi citra yang kualitasnya lebih baik.
Tujuan Pengolahan Citra Digital
• Memperbaiki kualitas gambar
dilihat dari aspek radiometrik
seperti (peningkatan kontras, transformasi warna, restorasi citra) dan
dari aspek geometrik (rotasi, translasi, skala, transformasi geometrik).
• Melakukan proses penarikan informasi atau
deskripsi objek atau pengenalan objek yang terkandung pada citra.
• Melakukan kompresi atau reduksi data untuk
tujuan penyimpanan data, transmisi data, dan waktu proses data.
Baca Juga...
Peningkatan Mutu Pada Domain Frekuensi Citra Digital
Belajar Dekoder Matriks LED Dan Kristal Cair
Tujuan Rekayasa Perangkat Lunak
Perkembangan Rekayasa Perangkat Lunak
Istilah-Istilah Dalam Pengolahan Citra
Image Processing, Image Analysis, Image Understanding, dan
Computer Vision Keempat istilah di atas sering dijumpai dalam mempelajari
pengolahan citra digital. Belum ada keterangan yang jelas tentang batasan
pengolahan citra dengan aplikasi citra lainnya seperti analisis citra,
deskripsi citra, dan visi komputer. Namun keempat istilah di atas seringkali
dibedakan dari input dan outputnya.
• Image
processing memiliki input dan outputnya berupa citra. Sebagai contoh, suatu
citra ditransformasi ke bentuk citra yang lainnya.
• Image
analysis memiliki input berupa citra dengan output bukan citra akan tetapi
berupa hasil pengukuran terhadap citra tersebut. Sebagai contoh, suatu citra
wajah dianalisis untuk mendapatkan fitur wajah seperti jarak kedua mata dan
jarak mata dengan hidung.
• Image
understanding memiliki input berupa citra dengan outputnya adalah deskripsi
tingkat tinggi dari citra tersebut (output bukan berupa citra). Sebagai contoh,
diberikan suatu input citra seseorang, keluarannya deskripsi dari orang
tersebut dapat berupa seperti : orang tersebut sedang menangis, sedih, senyum,
atau tertawa lebar.
• Computer
vision bertujuan untuk mengkomputerisasi penglihatan manusia atau dengan kata
lain membuat citra digital dari citra sebenarnya (sesuai dengan penglihatan
manusia). Hal tersebut dapat disimpulkan input dari computer vision adalah
berupa citra penglihatan manusia sedangkan outputnya berupa citra digital.
Aplikasi Pengolahan Citra Digital
Bidang
Penginderaan Jarak Jauh (Remote Sensing)
• Informasi penting dari sumber-sumber alam
seperti pertanian, perairan, kelautan, mineral, hutan, dan geologi dapat
diperoleh dengan melakukan analisis citra terhadap citra satelitnya. Pencemaran
air laut, kerusakan wilayah, dan pencemaran atau polusi udara dapat dilakukan
dengan menganalisis citra satelitnya. Aplikasi yang lain adalah identifikasi
kapal laut melalui citra satelit. Aplikasi ini dapat digunakan untuk mengetahui
kapal laut yang melewati perbatasan
• Biometric, Metode untuk mengenali seseorang
berdasarkan karakteristik physic atau kebiasaan, meliputi:
• Fingerprints
• Voiceprints
• facial
features
• writing
patterns
• retinal
patterns
• hand
geometry
Contoh :
Pengenalan sidik Jari
• CBIR (Content-Based Image Retrieval) :
Mencari gambar berdasarkan informasi yang ada pada gambar tersebut, misalkan
mencari gambar bebek, maka dimasukkan ciri dari gambar bebek kemudian
berdasarkan ciri tersebut dicari gambar-gambar dengan ciri yang mirip.
Pemakaian CBIR dapat digunakan untuk image searching, video content, image
registration, dan Iain-lain.
Definisi Citra
Digital
• Citra atau gambar dapat didefinisikan
sebagai sebuah fungsi dua dimensi, (x,y), di mana x dan y adalah koordinat
bidang datar, dan harga fungsi f di setiap pasangan koordinat (x,y) disebut
intensitas atau level keabuan (grey level) dari gambar di titik itu.
• Jika x,y dan f semuanya berhingga
(finite), dan nilainya diskrit, maka gambarnya disebut citra digital (gambar
digital).
• Sebuah citra digital terdiri dari sejumlah
elemen yang berhingga, di mana masing-masing mempunyai lokasi dan nilai
tertentu. Elemen-elemen ini disebut sebagai picture element, image element,
pels atau pixels.
Tipe Pengolahan
Bidang digital
image processing meliputi pengolahan digital image dari suatu komputer digital.
Gambar dihasilkan dari seluruh spektrum elektromagnetik, mulai dari gamma
sampai gelombang radio.
Ada tiga tipe pengolahan :
• Low-level process
• Mid-level process
• High-level process
Low-level process meliputi operasi dasar seperti image preprocessing :
• Reduce noise
• Contrast enhancement
• Image sharpening
• Pada level ini baik input maupun output
adalah berupa gambar.
• Mid-level process meliputi segmentasi (membagi sebuah gambar dalam
region atau object), mendeskripsikan objek tersebut untuk direduksi dalam
bentuk yang diinginkan dan klasifikasi (recognition) dari objek tersebut. Input
dari proses ini berupa gambar, dan output-nya berupa atribut yang diambil dari
gambar tersebut (misal: edge, counturs dan identitas dari objek tertentu).
• High-level process meliputi pemberian arti dari suatu
rangkaian objek-objek yang dikenali dan akhirnya menampilkan fungsi-fungsi
kognitif secara normal sehubungan dengan penglihatan.
Sistem Perekaman Citra
• Citra yang diperoleh tergantung:
• karakteristik dari objek yang direkam.
• kondisi variabel dari sistem perekaman.
Citra merupakan
gambaran tentang karakteristik suatu objek menurut kondisi
variabel tertentu.
Contoh:
• bandingkan hasil foto manusia dengan
kamera / sensor optik dan dengan sensor sinar X (kondisi variabel sistem
berbeda);
• bandingkan hasil foto pemandangan di tepi
laut dan di daerah pegunungan (karakteristik objek berbeda).
Baca Juga...
Metode Penskalaan Untuk Memperkecil Ukuran Citra
Metode Penskalaan Untuk Memperbesar Ukuran Citra
Resolusi Spasial, Grey Level, Brightness, Zooming & Shrinking
Pembentukan Citra
• Sensor
yang sensitif terhadap gelombang EM menghasilkan sinyal listrik sesuai dengan
enersi yang diterima. Analog-to-Digital Converter / Digitizer akan mengubah
sinyal listrik tersebut menjadi bentuk digital.
• Scanner
yang menerima masukan dalam bentuk analog (dokumen, peta, foto) akan mengubah
menjadi data dalam bentuk digital.
Metodologi Pengolahan Citra
• Pembentukan Citra (Data Acquisition):
Menentukan data yang diperlukan dan memilih metode perekaman citra digital.
• Pengolahan Citra Tingkat Awal (Image
Preprocessing): Meningkatkan kontras, menghilangkan gangguan
geometrik/radiometrik, menentukan bagian citra yang akan diobservasi.
• Segmentasi Citra (Image Segmentation) dan
Deteksi Sisi (Edge Detection): Melakukan partisi citra menjadi wilayah-wilayah
objek (internal properties) atau menentukan garis batas wilayah objek (external
shape characteristics).
• Seleksi dan Ekstraksi Ciri (Feature
Extraction and Selection): Seleksi ciri memilih informasi kwantitatif dari ciri
yang ada, yang dapat membedakan kelas-kelas objek secara baik. Ekstraksi ciri
mengukur besaran kwantitatif ciri setiap piksel.
• Representasi dan Deskripsi: Suatu wilayah
dapat direpresentasi sebagai suatu list titik-titik koordinat dalam loop yang
tertutup, dengan deskripsi luasan / perimeternya.
• Pengenalan Pola (Pattern Recognition):
Memberikan label kategori objek pada setiap piksel citra berdasarkan informasi
yang diberikan oleh descriptor atau ciri piksel bersangkutan (pewilayahan
jaringan keras dan pewilayahan berbagai jaringan lunak pada citra biomedik).
• Interpretasi Citra (Image Interpretation):
Memberikan arti pada objek yang sudah berhasil dikenali (dari citra klasifikasi
biomedik dapat dilihat adanya penyakit tumor)
• Penyusunan Basis Pengetahuan: Basis
pengetahuan ini digunakan sebagai referensi pada proses template
matching/object recognition.


Teknologi super tinggi dipakai dalam teknologi ini ya gan, mantaps (Budi)
BalasHapusteknik dasar pemahaman gambar di komputer gan, master dalam bidang citra inilah yang menciptakan aplikasi design spt Photoshop, corel, dll...
Hapussemakin canggih aja ni jaman sekarang. sekarang desain apapun jadi mudah
BalasHapusboleh tau literaartur mengenai pengertian, fungsi, tujuan, hasil input dan outputnya dari pengolahan citra digital?
BalasHapusGan mau tanya metode yang dipakai untuk mengubah citra 2D slices jadi citra 3D
BalasHapus